Jumat, 14 Desember 2018

Kamu; Alhamdulillah dan Bismillahku.

Desember 14, 2018 0
Malam ini tiba-tiba saja namamu berkali-kali lipat terngiang di kepalaku lebih dari biasanya. Ku akui ada kelegaan yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata tapi cukup ku gambarkan dengan satu kata; Alhamdulillahirobbil'alamiin

Iya, aku mengenalmu hampir setengah dari umurku saat ini. Banyak sekali hal yang sudah aku lalui bersama atau dengan mengenalmu. Ku pikir, kamulah yang berkali-kali memaafkanku tanpa kamu mengucapkannya tapi kamu lakukan dengan perbuatan. Dengan menerimaku. Kamu tau? Pertemuan pertama kita masih terekam jelas di kepalaku, laki-laki berkaos hitam dengan bulu mata lentik. Kamu tau? Betapa kagetnya aku ketika menerima sobekan kertas kecil berisi deretan angka saat itu, mereka menatapku dengan penuh tanda tanya. Setelahnya, ku pikir aku tidak akan pernah lagi bertemu denganmu. Tapi, aku lebih kaget lagi ketika tau, bahwa kita hidup di desa yang sama. Sore itu, aku menemani Isna yang mencoba motor barunya sambil berkeliling desa dengan misi menemukan someonenya Isna. Tapi yang kutemui di persimpangan jalan itu adalah kamu dengan kaos dan celana pendes serta yang paling mencolok, bulu mata lentikmu. Aku tau, komunikasi kita (haha, bolehkah ku sebut kita?) memang tidak begitu baik. Sampai ku temukan namamu di beranda Facebookku dengan ucapan ulang tahun yang hingga kini masih ku ingat, aku saja heran, heran kenapa bisa masih mengingat. Perlu kamu tau, sejak saat itu, namamu adalah favoritku bahkan setelah perang dunia satu, perang dunia dua dan perang dingin kita. 

Kamu yang sekarang makin dewasa, makin kalem, makin sabar. Ah, makin favorit juga. Hehe. Yang aku tau dan aku rasa sekarang, kamu makin baik saja. Anehnya, aku tak pernah bosan dengan namamu dan tentangmu. Ah, ya, ku pikir waktu itu adalah kali pertama aku dikentuti oleh teman laki-laki. Kamu bahkan tidak merasa bersalah ataupun malu setelah melakukannya. Kamu tau? Aku sering merasa cemburu dengan perempuan-perempuan yang kerap dekat denganmu. Tapi makin bertambah umurku, aku sering sekali berucap pada diri sendiri; kalau aku juga ingin berjuang, berjuanglah dengan caraku sendiri tanpa perlu merasa iri, merasa cemburu, merasa takut kalah, dan lainnya. Kalaupun akhirnya aku tidak denganmu, pun setidaknya aku pernah sekali merasakan hal luar biasa dan tulus pada seseorang. Banyak yang aku sukai darimu, laki-laki yang kadang kupanggil "Bang..". Aku suka saat kita berpapasan depan sekolahku atau diperjalanan saat berangkat & pulang sekolah, kamu mengendarai vespa andalanmu. Yang paling aku suka adalah tatapanmu yang terlihat garang tapi menyejukkan, aku tidak membual, ini sungguhan. Kamu tau? Kawanku si Azki saja terheran, kenapa kita masih bisa seakrab ini saat dia dan mantannya seperti sudah tak saling mengenal. 

Doaku, saat ku akhiri chattingan denganmu adalah; semoga kita bisa terus berteman baik. Meski kadang aku berharap bisa berhenti menjadikanmu selalu spesial dan biasa saja. Bolehkah kuucapkan bahwa, kamu adalah Alhamdulillah dan Bismillah-ku. Alhamdulillah, karena sudi telah menjadi teman dan abang yang baik selama ini. Dan, Bismillah aku yang harus ikhlaskan kapanpun itu.

Rabu, 28 November 2018

Kita yang bebas

November 28, 2018 0
Kamu ingat? kamu pernah bilang bahwa kita harus bersama
Bersama karena kita telah saling mengenal satu sama lain, baik-buruk kita pun saling tahu dan tak ada malu diantara kita
Benar, sepertinya kamu telah lupa dengan yang kamu ucapkan

Kamu bilang percayalah saja padaku, akan ku genggam tanganmu sampai masa depan. Sedangkan untuk saling menggenggam saja kita enggan. 
Lalu aku harus bagaimana? 
Duduk menunggu semua yang ucapkan menjadi nyata?
Kamu membebaskan aku sebebas-bebasnya yang justru mengikat erat kakiku dengan kata-katamu. Langkahku menjadi kian berat untuk kemanapun, karena setiap langkahku ada namamu, ada hatimu yang harus aku jaga.
Jadi, apa benar kamu membebaskan aku?

Sayang, haruskah kita seperti ini? Kenapa kita kian menjadi asing sementara waktu kita makin dekat. Apa memang seperti ini ketika menuju waktu yang kian dekat itu?
Drama kecil yang kadang membuat kita enggan berkabar, bertukar sapa. 
Tapi tanda sukamu bertebaran dimana-mana.
Baiklah.. Mari kita saling memberi jeda untuk kita.

Semoga kita lekas baik-baik saja, ya :)

Selasa, 27 November 2018

Lirik Lagu Senja - Perih

November 27, 2018 0
Senja - Perih
~~~

Waktu perlahan menuntuku 
Berjumpa lagi denganmu
Seseorang yang dulu bersamaku
Takdir tak ingin kita bersatu
Kini kau bersamanya
Tak ada ruang untukku, dihatimu

Terlambat ku sesali semua yang terjadi
Disaat ku tau kau tak mungkin kembali
Tak ku sangka sedalam ini ku terluka
Karena cinta yang ku ingkari

Takdir tak ingin kita bersatu
Kini kau bersamanya
Tak ada ruang untukku, dihatimu

Terlambat ku sesali semua yang terjadi
Disaat ku tau kau tak mungkin kembali
Tak ku sangka sedalam ini ku terluka
Karena cinta yang ku ingkari

Andai saja aku bisa merubah sang waktu
Tak akan pernah berpaling meninggalkanmu
Mencoba sekuat hatiku merelakanmu dengannya
Meski ku takkan bisa

 

Rabu, 19 September 2018

Patah Hati terhebatku

September 19, 2018 0
Bismillah...

Tiga bulan yang lalu, aku mengalami patah hati terhebatku. Rasanya seperti diterbangkan ke langit lalu dihempaskan ke bumi, sakit sekali. Mungkin aku yang terlalu menyukainya dengan sangat sampai aku lupa berpijak. Sebenarnya teman-temanku sudah berulang kali mengingatkan untuk tidak melibatkan perasaan ketika dengannya. Tapi apalah perempuan ini, sekalipun dikecewakan dengan sangat pun aku tak bisa membencinya dengan sangat juga. Hanya sebatas ngedumel lalu akhirnya lupa. Akhirnya seminggu setelah patah hati terhebatku, aku memutuskan, meyakinkan untuk tidak terlibat apapun lagi dengannya. Tidak untuk memulai percakapan apapun dengannya, hanya sebatas melihat storiesnya yang lewat di whatsapp. 

Suatu hari, aku menerima sebuah pesan dari Mira (nama yang disamarkan) dalam pesannya, Mira mengatakan "kenapa sih temenmu" dengan sebuah lampiran screenshot percakapan Mira dengannya. Awalnya ku anggap itu hal biasa, kemudian lain hari Mira mengirimi pesan yang sama sebuah screenshot percakapan dengan caption, kenapa rasanya panas sekali ketika membacanya sungguh, gemuruh yang terdengar adalah gemuruh amarah "mengapa kau begitu dengannya" tetapi hanya ku simpan sendiri kala itu dan pesan Mira hanya ku balas "kalau nexttime dia chat kamu lagi, aku titip salam ya Ra, bilang saja dari hamba Allah, hehe :)" begitulah ku akhiri pesanku dengan Mira petang hari itu. Begitu juga ku akhiri segala urusanku dengannya, anggap saja aku mengetok paluku sendiri. Hehe.

Lebaran tinggal menghitung hari, entah kenapa rasa yakinku untuk mengakhiri segala urusanku dengannya makin kuat. Aku lupa, kapan tepatnya percakapanku dengan Mira, yang mana Mira mengatakan "aku ingin menunjukkan sesuatu tentang dia kalau kamu udah balik Jogja Sa", rasa penasaran sempat muncul di kepalaku sampai akhirnya ku tepis dengan tega "ah, paling juga percakapan Mira sama dia lagi". Tiba hari aku pulang ke Jogja, ketika aku bertemu Mira, Mira melunasi kata-katanya yang ingin menunjukkan sesuatu padaku. Setelah Mira memberitahu, aku hanya diam di depan Mira dan Amel. Aku tertawa, bercanda, seperti biasa kala berkunjung ke rumah Amel. Cukup kamu simpan sendiri saja Sa

Dari patah hati terhebatku, akhirnya aku memutuskan untuk tidak menyukai seseorang lagi sampai entah kapan waktu yang tidak ditentukan. Nyesek? Iya, sekali. Sempat galau? Ya, pasti. Karna aku sendiri bukan tipe orang yang mudah menyukai seseorang. Sekali aku menyukai seseorang, ya, sudah, satu saja. Setiap hari belajar mengikhlas, merelakan, melepaskan, perlahan-lahan. Tetapi, darinya aku banyak mengambil pelajaran berharga bahwa Ketika aku berusaha keras menyukainya, Allah akan semakin menjauhkan aku darinya. Mengapa? Allah tidak suka hambanya yang seperti itu. Dari kehilangan (keputusanku sendiri) akhirnya aku bisa kembali fokus pada tujuanku, semakin mendekatkan diri juga pada-Nya. Semakin memaafkan diriku sendiri atas kesalahan yang kubuat sendiri.
  • Patah hati terhebat, akan membuat yang patah enggan lagi merasakan kembali yang pernah dirasa.
  • Patah hati terhebat, selalu membuka jalan kembali pada yang sempat terabaikan.
  • Patah hati terhebat, akan menuntun yang patah untuk sembuh dengan cara yang baru.
Bahwa, setiap orang yang datang lalu pergi dalam hidup kita, sesungguhnya tidak pernah sungguh-sungguh pergi, ia meninggalkan kenangan dalam hati kita juga memberi pelajaran baru pada hidup kita agar tak lagi kembali pada kesalahan yang sama. Terima kasih kamu :)

Dan, teruntuk kamu, patah hati terhebatku. Ku ucapkan banyak banyak terima kasih, sungguh. Darimu, aku bisa membuka mata, menata kembali yang berserakan, berusaha makin mendekatkan diriku pada-Nya. Tak ada dendam apapun padamu, terima kasih, sudah memberiku kesempatan mengenalmu. 

dari sebuh kisah teman, pelajaran untuk diriku.
salam. Lina.

Kamis, 06 September 2018

Teori Jogjakarta;

September 06, 2018 0

Kalau kamu tak ingin jatuh cinta di jogja,
Jangan sekali kali datang ke jalan penuh angkringan,
Iya itu yang sekarang jadi tongkrongan.
Kamu tau kenapa?
Kopinya genit, hujannya apalagi.
Bisa bisa kalian sengaja dijebak agar hujan dan kopi menjadi topik perbincangan menghabiskan waktu yang akan terasa singkat tapi hangat.
Jangan!
Katanya tak mau jatuh cinta?

Kalau kamu tak ingin jatuh cinta di jogja,
Alun alun utara atau selatan,
Tempat haram untuk dikunjungi.
Kamu tau kenapa?
Luasnya lapangan, tak sebanding dengan petak tempat kalian akan duduk.
Sempit, bisa bisa kalian duduk berdempetan.
Bukankah jika sudah begitu,
Ditambah genjrengan profesional milik mas mas pemusik, akan membuat angan berdempetan di pelaminan melambung tinggi?

Kalau kamu tak ingin patah hati di jogja,
Andong becak jangan jadi transportasi.
Repot!
Kamu tau kenapa?
Guyonan ramah pak kusir,
Ayunan nyaman pak becak,
Ditambah senyum miliknya yang kau petik diam diam,
Ah! Tidak! Nanti kamu patah lagi!

Pokoknya,
Kalau kamu di jogja.
Jangan pergi pergi,
Tidur saja lagi dan lagi.
Tutup jendela dan pintu kamarmu,
Nanti kamu jatuh cinta!
Akhirnya?
Patah lagi!

Runyam!

Ditulis oleh : Jovia Aura

Rabu, 05 September 2018

Lirik Lagu Kang Abay - Halaqah Cinta

September 05, 2018 0
ribuan malam, menatap bintang dan harapan
ribuan siang, menehan terik penantian
mungkin Tuhan ingin, kita sama sama tuk mencari
saling merindukan dalam doa doa
mendekatkan jarak kita..

Tuhan pertemukan aku dengan kekasih pilihan
seseorang yang mencintaiMu
mencintai rasulmu, di multazam ku meminta

ribuan pagi, menatap terbit matahari
ribuan senja, menahan gemuruh didada
mungkin Tuhan ingin, kita sama sama tuk mencari
saling merindukan dalam doa doa
mendekatkan jarak kita..

Tuhan pertemukan aku dengan kekasih pilihan
seseorang yang mencintaiMu
mencintai rasulmu, di multazam ku meminta

hingga malaikat pun tersenyum, mendoakan kita
menguatlah keyakinan di hati
Tuhan pertemukan aku dengan kekasih pilihan
seseorang yang mencintaiMu
mencintai rasulmu, di multazam ku meminta

Tuhan persatukan aku dengan kekasih pilihan
seseorang yang kan menemaniku
menuju surgaMu, halaqah cinta
tempat hati bertemu..

halaqah cinta, tempat hati bersatu..


Selasa, 04 September 2018

Teman terbaik

September 04, 2018 0
Kamu masih sama, seperti yang dulu kukenal, yang selalu sepemikiran denganku. Bercakap denganmu, aku seperti sedang memeluk seseorang; hangat dan nyaman. Meski dari pagi hingga pagi lagi kita berbincang, kamu selalu menanggapi dan membalasnya. Waktu berlalu begitu saja saat kita bercakap.

Kita jarang sekali bertemu, jarang sekali bertatapan, namun ketika sedih dan sendiri aku selalu merasa ingin pulang; kepadamu. Pulang pada kata-katamu yang menenangkan.

Aku berhutang banyak kebahagiaan padamu, yang mungkin kamu tak pernah menyadarinya. Hanya denganmu aku merasa nyaman mengatakan segalanya tanpa malu. Segalanya yang tak mampu aku katakan pada orang-orang terdekatku sekalipun. Aku percaya penuh padamu untuk itu, untuk menyimpankan rapat segala yang aku katakan. Bercerita apapun aku takkan takut kau akan mengumbarnya pada orang lain.

Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih, terima kasih telah menjadi teman baikku hingga saat ini. Teman yang tak hanya datang saat aku tertawa tetapi juga teman yang mengulurkan tangan saat aku jatuh. Terima kasih selalu menjadi pendengar yang baik, yang mau mendengar keluh kesahku, karena sesungguhnya aku hanya butuh didengar. Terima kasih karena kamu tidak pernah pergi dan menghindar saat aku terjatuh,meski banyak teman yang berkata "kita kan teman" namun nyatanya tidak satupun dari mereka yang bisa sepertimu. Tidak satupun dari mereka yang tetap ada saat aku butuh seseorang yang meyakinkanku bahwa aku kuat, lebih dari keyakinanku sendiri.

Semoga kita akan selalu menjadi teman baik yang baik, yang akan selalu menguatkan dan mendoakan hingga kelak kita tak mampu lagi berdoa.


Yogyakarta, September 2018.

Jumat, 17 Agustus 2018

Ingatan

Agustus 17, 2018 0
Ingatan manusia itu aneh
Melupakan yang telah usai dan mengingat yang belum usai dalam waktu lama
Diantara mereka ada yang terbiasa dengan pencapaian setelah mendapat akhir bahagia
Serta mereka yang gagal mencapai sesuatu, dan memikirkannya seumur hidup, mana yang lebih romantis? Tidak, Kisah siapa yang lebih menyedihkan?

Kamis, 16 Agustus 2018

Lirik Lagu Maher Zain - Number One for Me

Agustus 16, 2018 0
I was a foolish little child
Crazy things I used to do
And all the pain I put you through
Mama now I'm here for you
For all the times I made you cry
The days I told you lies
Now it's time for you to rise
For all the things you sacrificed oh
If I could turn back time rewind If I could
Make it undone, I swear that I would
I would make it up to you
Mum I'm all grown up now
It's a brand new day
I'd like to put a smile on your face every day
Mum I'm all grown up now
And it's not too late
I'd like to put a smile on your face every day
And now I finally understand
Your famous line
About the day I'd face in time
'Cause now I've got a child of mine
And even though I was so bad
I've learned so much from you
Now I'm trying to do it too
Love my kid the way you do oh
If I could turn back time rewind If I could
Make it undone, I swear that I would
I would make it up to you oh
If I could turn back time rewind If I could
Make it undone, I swear that I would
I would make it up to you
Mum I'm all grown up now
It's a brand new day
I'd like to put a smile on your face every day
Mum I'm all grown up now
And it's not too late
I'd like to put a smile on your face every day
You know you are the number one for me
You know you are the number one for me
You know you are the number one for me
Oh, oh, number one for me
You know you are the number one for me
You know you are the number one for me
You know you are the number one for me
Oh, oh, number one
There's no one in this world that can take your place
Oh, I'm sorry for ever taking you for granted, ooh
I will use every chance I get to make you smile,
Whenever I'm around you
Now I will try to love you like you love me
Only God knows how much you mean to me
Oh, if I could turn back time rewind
If I could make it undone I swear that I would
I would make it up to you
Mum I'm all grown up now
It's a brand new day
I'd like to put a smile on your face every day
Mum I'm all grown up now
And it's not too late
I'd like to put a smile on your face every day
Mum I'm all grown up now
It's a brand new day
I'd like to put a smile on your face every day
Mum I'm all grown up now
And it's not too late
I'd like to put a smile on your face every day
The number one for me
The number one for me
The number one for me
Oh, oh, number one for me


~~~
Jadi, lagu ini kurang lebih bercerita tentang seorang anak kecil yang masa kecilnya sering banget bikin kenakalan. Lalu anak kecil itu sekarang tumbuh menjadi laki-laki yang dewasa, terus ia berkata: seandainya ia bisa memutar waktu dan mengubahnya. Ia juga berkata bahwa, sekarang ia sudah tumbuh dewasa dan ia ingin membuat ibunya selalu tersenyum di masa tua ibunya, "hanya Tuhan yang tahu betapa berharganya dirimu (read: Ibu)".

Makhluk Tuhan dengan sejuta kelembutan, dengan sepanjang kesabaran, dan segala-segalanya. Cuma dan hanya Ibu. 

Senin, 13 Agustus 2018

Muara.

Agustus 13, 2018 0
Kamu adalah puisi yang tersirat.

Puisi tentang matahari terbit dan tenggelam,
tentang pagiku membuka mata dan menutupnya kembali,
tentang warna kelabu di sebuah sabana, yang kusebut penantian.

Puisi tentang musim yang cerah,
tentang bintang jatuh, yang sering kusebut harapan.

Puisi tentang batu karang,
tentang deburan ombak yang memecahkannya,
tentang samudra, sebuah tempat dimana doa-doaku ingin bermuara.

Puisi tentang kabut kelabu,
tentang dahaga kemarau hati,
sirna oleh kehadiranmu.


Minggu, 12 Agustus 2018

Riuh

Agustus 12, 2018 0
Apa yang lebih baik dari sebuah perpisahan? Yaitu sebuah awal dari akhir perpisahan itu sendiri. Terhitung sejak awal bulan Mei lalu, perasaan riuh tak jelas ini bergemuruh di pangkal hati. Tak kunjung damai, tetapi semakin riuh setiap harinya. 

Ini adalah akhir, yang sesungguhnya awal dari sebuah perpisahan. Akan kemana akhir dari riuh ini, atau akan menjadi awal seperti apa riuh ini? Tak ada yang tahu. Pemilik riuh atau sang pembuat keriuhan. Seperti meragukan kepastian-Nya bukan? Lalu perpisahan macam apa yang aku khawatirkan?

Aku ingin berhenti khawatir pada takdir yang terus mengalir. Aku juga ingin berhenti mencari tahu, ingin membunuh tanda tanya baru, ingin berhenti haus akan jawaban. Aku ingin menghapus kata "mengapa" atau "bagaimana bisa".

Benarkah bersyukur adalah satu-satunya jalan? Termasuk, bagaimana bersyukur tentang rasa riuh yang tak kunjung damai itu? 

Sabtu, 23 Juni 2018

#DekatDenganTemanLama (Edisi. Teman A-Z)

Juni 23, 2018 0
#DekatDenganTemanLama (Edisi. Teman A - Z)
Oleh: sri rosalina hartinah

Gue lupa kapan dan gimana gue bisa kenal dia, tau-tau udah kenal aja. Mungkin karena dulu kelas gue sama dia sebelahan kali ya gue kelas 7B dan di akelas 7C (tahun 2008-an lah). by the way, dia cewek. Wajahnya mungil, posturnya tinggi tapi kurus. Rumahnya jauh banget btw. Terus ketemu lagi di kelas 9 karena kita satu kelas.
Gue pikir, pertemanan gue sama dia bakal berakhir seiring lulusnya SMP. Karena jalur lanjut sekolah kita beda. Gue nerusin di SMA di kota. Dia nerusin di SMK di lingkungan yang sama kaya SMP. Lupa juga kapan gue atau dia hubungin gue lagi, secara kan jaman-jaman 2011 masih jaman SMS-an cuy.
Ngomongin soal dia, dia teman yang baik, juga pendengar yang baik. Kapan yah, penobatan dia jadi teman curhat gue, duh.. dia juga yang paling tau tentang gue dari A-Z diantara teman-teman gue yang lain. Mulai dari mantan-mantan gue, yang lagi deket sama gue, yang gangguin gue, tau semua dia. Berasa ngga punya rahasia sama dia tuh. Pernah suatu hari, tau-tau gue ke kostnya dan nangis kejer di kostnya, masih inget banget tuh gue tanggalnya (12 Juni 2012), dan entah sejak kapan gue resmiin itu tanggal jadi failed anniversary gue. Bisa dibilang dia adalah saksi hidup di hubungan gue sama biang kerok, b’cause dia yang suka nemenin gue ketemu sama si biang kerok, nganterin njengukin, banyaklah. Mungkin kalo dia disuruh nyeritain tentang gue sama biang kerok pun dia tau HAHA. Dia suka bilang kok bisa sih gue sama biang kerok musuhan-damai-musuhan-damai-akur-baikkan dll.  
Selama temenan sama dia, ngga pernah gue punya foto bareng sama dia. Padahal tahun 2008 – sekarang, yang jelas sih. Mau temenan sama siapapun, komunikasi itu penting. Sejauh apapun jaraknya, sebanyak apapun perbedaannya, dan dan lainnya. Meskipun punya teman banyak diluaran sana, pasti kita punyalah satu atau dua teman yang paling-paling dekat sama kita. Bersyukur banget sih, gue bisa kenal teman kaya dia. Selain abang gue di edisi biang kerok, dia juga teman yang paling ngerti gue, ada buat gue, baik sama gue, tulus sama gue. Semoga pertemanan kita jauh lebih lama dari kita semogakan. Sampai kakek-nenek, sampai tua semoga kita temenan terus. Amin : )
Buat elo di teman A-Z: gue mau ngucapin terima kasih, karena masih mau temenen sama gue. Selalu jadi teman curhat yang baik, yang dengerin, yang juga kadang ngomelin tipis-tipis sih. Terima kasih bangetlah pokoknya, sayang elu beb HUHU. Semoga kita temenan selamanya amin : ) btw akhirnya kita punya foto bareng juga cuy WKWK


Rabu, 30 Mei 2018

Kadang

Mei 30, 2018 0
Kadang, ada masa dimana kita sungguh mengabaikan puluhan pesan masuk dari orang-orang tapi hanya ingin menerima satu pesan masuk dari seseorang. Kadang, ada masa dimana kita jenuh dengan pesan masuk dari orang-orang. Tapi hanya ingin berbalas pesan dengan seseorang saja. Kadang, ada masa dimana kita ingin lari atau berjalan sejauh mungkin. Tapi bodoh bila mengharap diujung perjalanan tersebut bertemu seseorang. Kadang, saya merasa sangat bodoh sekali didepannya. Saya tahu. Saya rasa. Tapi saya ngeyel dengan kenyataan.

Tuhan tak pernah salah. Tentukan jalanku~

Pergilah, jika itu inginmu. Ku mohon dengan sangat, tolong.. jangan kembali. Seingin apapun, serindu apapun, sebutuh apapun. Kau hanya menarik tali semakin erat dileherku. Tanpa kau tau, aku bisa bernafas atau tidak dengan kehadiranmu. Pergilah~ kali ini aku berusaha sangat keras mengikhlaskan :)

Minggu, 01 April 2018

Story

April 01, 2018 0
Story
Oleh: sri rosalina hartinah


Adakah sesuatu yang selengkap cinta ?
Adakah sesuatu yang se-sempurna cinta ?
Cinta itu tidak lengkap. Cinta juga tidak sempurna.
Tapi itulah yang membuatnya indah, karena cinta kita menjadi lebih pengertian, hancur, mengecil, merasa puas, menjadi lemah, dan menjadi kuat.

Karena cinta yang tidak lengkap dan tidak sempurna itu kita menangis dan membuat orang yang kita cinta menangis. Mungkin… cinta adalah sesuatu yang harus kita lakukan meski kita pernah gagal.

Dan, hari ini aku mencintai lagi…
(Radio romance)


~~~

Ketika mendengar kata “CINTA” apa yang kamu rasakan pertama kali ?
Sedihkah ? bahagiakah ?

Seperti kutipan di atas, cinta tidak ada yang lengkap pun tidak ada yang sempurna. Karenanya juga kita menangis, terluka, hancur, tapi kita selalu ingin merasakannya lagi, lagi, dan lagi. Sesungguhnya apa yang membuat CINTA terasa lengkap dan sempurna ? jawabannya adalah, KITA SENDIRI.

Kita sendiri yang paling tau bagaimana CINTA bekerja dalam raga dan jiwa kita. Kita sendiri pula yang merasakan bagaimana CINTA membuat hidup kita terasa sempurna. Satu hal yang harus kita tau, bahwa CINTA datang dari diri kita sendiri, lalu kita sendiri membuatnya selengkap dan sesempurna mungkin. CINTA juga bisa datang dari orang-orang terdekat kita; keluarga, teman, sahabat, atau bahkan seseorang yang kita anggap special. Tetapi, dalam perjalanan CINTA yang lengkap dan sempurna itu, CINTA juga membuat kita menangis, terluka dan bahkan hancur. Kadang membuat kita ingin menyerah.

Sebenarnya, bagaimana kita mendefinisikan arti CINTA ? bagaimana menurutmu ?

CINTA ku menyerah dan berhenti pada satu orang. Orang yang kadang membuat aku menangis hingga aku sendiri merasa terluka. Tetapi disaat yang bersamaan, aku pun Lelah untuk mencari perjalanan baru pun sudah terlalu Lelah menlanjutkan perjalananan. Pada akhirnya CINTA menyuruh ku berhenti pada perjalanan ini, aku duduk, membaca novel hingga berganti novel baru lagi. Aku diam, mendengarkan music sampai tak terasa seluruh playlist sudah ku putar. Aku berpikir, memikirkan bagaimana aku akan beristirahat. Pada saat tertentu, saat aku duduk diam mendengarkan music, bayangan CINTA itu menari-nari di hadapanku, dengan tawanya yang khas, dengan logatnya yang khas, dan dengan diamnya yang menawan. Lucu bukan? Aku merasa kali ini CINTA membuat aku hamper setengah waras. CINTA kali ini memaksaku diam dan selalu ingin mendengarkan music. Oh….mellow sekali CINTA kali ini. Terkadang, dalam diamku, aku berpikir

“kau kah itu?
Kau kah perjalanan terakhirku?
Kau kah pemberhentian terakhirku?

Kau kah itu?
Siapa kau itu, berani sekali membuatku setengah waras begini?

Kau kah itu?
Jika itu memang kau, aku akan beristirahat di pemberhentian ini. Pun jika itu bukan kau, aku akan tetap beristirahat di pemberhentian ini. Aku pun Lelah, hehe… bolehkan? Aku berhenti disini? Aku suka disini. Di pemberhentian ini, aku bisa melakukan banyak hal yang aku sukai.”

Terima kasih, telah mengantarkan aku sampai disini. Perjalanan yang menyenangkan (aku senang bisa mengenalmu). Perjalanan yang mengharukan (aku bahagia, aku bisa belajar menjadi pribadi yang lebih baik lagi dari mu). Perjalanannya nyaman (aku ingin sekali berhenti di kamu). Perjalanan ini belum bisa aku lupakan (aku ingin kamu tahu, bahwa kamu sangat berkesan disini). Sampai jumpa di perjalanan selanjutnya ya (aku harap ada lagi kesempatan aku mengenalmu dengan baik, bersamamu aku ingin tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dari sekarang, seandainya CINTA itu dirimu, kamu puing kenangan terbaik sejauh ini. Aku ingin kamu tahu itu.)



☊ Lee Seok Hon – Story (ost. Radio Romance)

Jumat, 30 Maret 2018

Teh Tubruk #Cerpen

Maret 30, 2018 0
The tubruk
Oleh: sri rosalina hartinah

Arini adalah mahasiswa dari Jakarta yang merantau di Jogja. Arini sendiri tidak mempunyai alasan khusus saat memilih Jogja untuk melanjutkan pendidikannya. Hanya kebetulan saja Arini di terima di salah satu universitas negeri di Jogja. Di universitas tersebut Arini mengabil jurusan sosial, karena basicnya Arini memang anak ips ketika sma. Bisa dibilang, Arini adalah maniak universitas semarang. Alasan Arini memilih semarang -pada waktu itu- adalah karena ibunya merupakan alumni lulusan salah satu universitas di semarang, mungkin karena sering mendengar cerita dari ibunya tentang semarang, Arini berusaha mengikuti jejak ibunya untuk juga melanjutkan Pendidikan di semarang.

2017, tahun ini Arini memasuki semester 6. Ketika pikirnya semester 6 ini akan banyak waktu luang agar ia bisa menyambangi wisata-wisata yang disungguhkan Jogja, nyatanya… mata kuliah semakin berat karena rata-rata mata kuliah tersebut adalah praktik. Dan ada juga salah satu mata kuliah yang benar-benar memakan waktu berbulan-bulan untuk mencapai tugas akhirnya, yaitu seminar. Arini di percaya teman kelasnya untuk mengisi tari pembuka, Arini memang bisa menari karena semasa SD sering dijadikan perwakilan sekolah untuk mengikuti acara tari, Arini juga sempat mengikuti kursus tari sewaktu kecil. Jadi, lumayanlah, inshaa allah ngga kaku-kaku amat, pikirnya. Waktu terus berlalu…sampai akhirnya hari H seminar tiba, giliran Arini dan keempat temannya tampil. Event seminar ini juga sekaligus mata kuliah terakhir yang merupakan bisa satu kelas bareng-bareng, karena setelah mata kuliah ini, sudah tidak ada lagi mata kuliah yang bareng-bareng lagi, di tambah nanti akan ada mata kuliah KKN dan praktik mengajar.

Memasuki perempat 2017, semua mahasiswa disibukkan dengan pendaftaran KKN. Waw, apa sih yang ada dibenakmu atau apa sih yang pertama kali terpikirkan olehmu ketika mendengar kata KKN?
Arini pernah mendengar cerita mbak kostnya tentang diputusin pacarnya pas KKN (wih, ngeri juga yah, batin Arini). Dimana mbak kostnya nangis banjir sepulang KKN gara-gara diputusin pacarnya pas KKN, mulai dari situlah ia mendengar kengerian -yang sebenarnya lumarah- tentang KKN, kamu harus siap diputusin pacar kamu demi cinta lokasinya yang Cuma sebulan, harus siap ditinggal gebetan juga gara-gara doi nemu gebetan baru di lokasi KKN, banyaklah.

    “untung aku jomblo ya mbak, hehe” ujarnya setelah mendengar cerita Panjang lebar dari mbak kostnya
“lah elukan ada dia rin” timpal mbak kostnya
Namun hanya dibalas tawaan miris oleh Arini.

Ya memang, sudah beberapa semester ini Arini sedang berusaha move on dari mantan teman dekatnya. Itulah kenapa ketika mendengar kata KKN ada motivasi tersendiri dalam benak Arini yaitu “waktunya cari gebetan baru, wkwk” semangatnya seraya menekan tombol daftar pada kolom pendaftaran KKN.

Selang beberapa bulan, pengumuman pembagian kelompok KKN. Satu kelompoknya terdiri dari sepuluh orang, tiga laki-laki dan tujuh perempuan, namun dari semuanya berbeda-beda jurusan, hanya beberapa yang masih satu fakultas. Melihat nama-nama yang tercantum, Arini tersenyum seraya berucap

     “harus jadi pemberani, jangan takut berpendapat, jangan jadi pemalu tapi tetep jadi diri sendiri. Semangat! Kira-kira satu kelompok gue ada yang jomblo ngga yah, hehe” ucap Arini sambil tersenyum-senyum.

Arini lupa kapan tepatnya diadakan meet up dengan teman kelompoknya. Di salah satu gor yang dimiliki universitas tersebut. Arini memang bukan orang yang pandai membaca karakter orang lain, tapi kurang lebih Arini sedikit mengerti karakter teman-teman kelompoknya yang akan menjadi satu atap selama sebulan.

Memasuki bulan agustus 2017, aroma-aroma cinta lokasi KKN tercium di seluruh penjuru fakultas. KKN sendiri menjadi ladang semangat bagi jomblo seperti Arini, pun menjadi ladangnya ke khawatiran bagi perempuan-perempuan maupun laki-laki diseluruh penjuru fakultas yang akan ditinggal -sementara- oleh pacarnya. Seperti yang sering kita dengar, KKN khas dengan cinta lokasinya, wkwk. Nah, lokasi Arini KKN bertempat di dataran tinggi di salah satu kota di provinsi jawa tengah, masih cukup dekat dari Jogja.

Pasti kamu bertanya-tanya “lalu apa hubunganya cerita ini sama judulnya yang “teh tubruk?”, nah.. dari sini awal cerita itu dimulai…

Hampir satu minggu satu atap, ternyata teman kelompoknya tidak ada yang jomblo, entah itu laki-laki atau perempuan di kelompok Arini. Hanya Arini, Melysa yang sungguh-sungguh menyandang gelar jomblo, wkwk (pinjem namamu ya Melysa hehe).
Awal KKN, ada yang udah sibuk ngitung H- xx pulang. Program demi program berjalan, program kelompok, program individu. Tak terasa juga, semakin akrab dengan penduduk lokasi KKN. Karena pelaksanaan KKN Arini bertepatan bulan agustus, semua anak KKN yang di tempatkan di lokasi tersebut, ikut disibukkan untuk membantu jalannya agustus-an di lokasi tersebut. Saling bertemu dan berkenalan dengan anak kelompok lain (lumayan nambah referensi calon gebetan- kata Arini). Meriah sekali. Yang unik dari perayaan agustusan di lokasi tersebut adalah, kalau biasanya di agustus-an ada pawai karnaval yang umumnya dilaksanakan siang hari, berbeda di lokasi ini. Jadi, pawai karnaval diikuti oleh seluruh warga desa yang terdiri dari empat dusun. Pelaksanaanya pun dimulai dari jam tujuh pagi, pawai bermulai dari dusun awal (dusun paling ujung dari balai desa), kemudian berjalan iring-iringan menuju balai desa, sampai balai desa jam delapan-nan kemudian dilanjut dengan upacara pengibaran bendera merah-putih yang berlangsung hidmat, lalu tepat pukul 09.45 (kalau ngga salah), sirine dibunyikan layaknya proklamasi jaman soekarno jaman dahulu. Arini sampai tercengang melihat prosesi pelaksanaan upacara 17 agustus di lokasi ini.

Tak terasa sudah H-seminggu penarikan KKN, jujur Arini dan teman-teman kelompok yang awal mulanya tidak sabaran untuk segera pulang, malah merasa berat untuk pulang. Karena merasa sudah menyatu dengan warga penduduk lokasi KKN.

Dari H-seminggu penarikan inilah, asal muasal “teh tubruk” tercipta. Di H-seminggu ini Arini dikenalkan dengan Ridho, oleh salah satu teman kelompoknya. Sebenarnya ini bukan kali kedua Arini bertemu dengan Ridho, sebelumnya Arini pernah bertemu Ridho berkat “insiden belanjaan jatuh” ketika Arini Wawan mengantarkan belanjaan jatuh tersebut ke poskonya Ridho. Di pertemuan kedua, Wawan menyuruh Arini dan Ridho berkenalan. Selanjutnya Arini dan Ridho kembali bertemu di puncak acara program individu salah satu teman kelompok Arini, selain itu Wawan juga meminta Arini dan Ridho berfoto Bersama setelah acara. Selesai dari acara tersebut, Arini dan Ridho mulai berteman. Pertemanan itu juga berlanjut setelah penarikan KKN. Arini dan Ridho juga beberapa kali mengerjakan tugas bersama. Ketika sedang mengerjakan tugas di sebuah kedai kopi, Ridho memesan teh tubruk, Ridho berucap

“ketika teh tubruk masuk kedai dan harganya berubah jadi mahal, padahal harga asli teh berapa, tinggal nambahin air panas sama gula sedikit, bikin sendiri juga bisa ini mah, wah, brarti penjualnya dapet untung banyak yah dari teh tubruk doang, hehehe” ucapnya seraya mengaduk-aduk teh tubruk dan menyeruputnya.

Arini hanya tersenyum mendengar ucapan Ridho, bagi Arini ini adalah moment membahagiakan mendengar Ridho berbicara tentang kejujurannya meski hanya tentang teh tubruk.  Bahkan setelah moment itu berlalu, masih terngiang-ngiang di benak Arini; saat bagaimana gestur Ridho berbicara, bagaimana gestur Ridho menyeruput teh tubruknya, bagaimana gestur Ridho saat menjadi pendengar Arini bercerita, bagaimana gestur Ridho tertawa. Arini rindu Ridhonya, Ridhonya saat itu, saat duduk berhadapan dengannya menyeruput the tubruk dan segelas capucino favorit Arini.

Sekian.


Nb:

Mohon maaf apa bila ada kesamaan nama tokoh, tempat, dan alur cerita.

Social