Minggu, 12 Agustus 2018

Riuh

Apa yang lebih baik dari sebuah perpisahan? Yaitu sebuah awal dari akhir perpisahan itu sendiri. Terhitung sejak awal bulan Mei lalu, perasaan riuh tak jelas ini bergemuruh di pangkal hati. Tak kunjung damai, tetapi semakin riuh setiap harinya. 

Ini adalah akhir, yang sesungguhnya awal dari sebuah perpisahan. Akan kemana akhir dari riuh ini, atau akan menjadi awal seperti apa riuh ini? Tak ada yang tahu. Pemilik riuh atau sang pembuat keriuhan. Seperti meragukan kepastian-Nya bukan? Lalu perpisahan macam apa yang aku khawatirkan?

Aku ingin berhenti khawatir pada takdir yang terus mengalir. Aku juga ingin berhenti mencari tahu, ingin membunuh tanda tanya baru, ingin berhenti haus akan jawaban. Aku ingin menghapus kata "mengapa" atau "bagaimana bisa".

Benarkah bersyukur adalah satu-satunya jalan? Termasuk, bagaimana bersyukur tentang rasa riuh yang tak kunjung damai itu? 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Social