Rabu, 19 September 2018

Patah Hati terhebatku

September 19, 2018 0
Bismillah...

Tiga bulan yang lalu, aku mengalami patah hati terhebatku. Rasanya seperti diterbangkan ke langit lalu dihempaskan ke bumi, sakit sekali. Mungkin aku yang terlalu menyukainya dengan sangat sampai aku lupa berpijak. Sebenarnya teman-temanku sudah berulang kali mengingatkan untuk tidak melibatkan perasaan ketika dengannya. Tapi apalah perempuan ini, sekalipun dikecewakan dengan sangat pun aku tak bisa membencinya dengan sangat juga. Hanya sebatas ngedumel lalu akhirnya lupa. Akhirnya seminggu setelah patah hati terhebatku, aku memutuskan, meyakinkan untuk tidak terlibat apapun lagi dengannya. Tidak untuk memulai percakapan apapun dengannya, hanya sebatas melihat storiesnya yang lewat di whatsapp. 

Suatu hari, aku menerima sebuah pesan dari Mira (nama yang disamarkan) dalam pesannya, Mira mengatakan "kenapa sih temenmu" dengan sebuah lampiran screenshot percakapan Mira dengannya. Awalnya ku anggap itu hal biasa, kemudian lain hari Mira mengirimi pesan yang sama sebuah screenshot percakapan dengan caption, kenapa rasanya panas sekali ketika membacanya sungguh, gemuruh yang terdengar adalah gemuruh amarah "mengapa kau begitu dengannya" tetapi hanya ku simpan sendiri kala itu dan pesan Mira hanya ku balas "kalau nexttime dia chat kamu lagi, aku titip salam ya Ra, bilang saja dari hamba Allah, hehe :)" begitulah ku akhiri pesanku dengan Mira petang hari itu. Begitu juga ku akhiri segala urusanku dengannya, anggap saja aku mengetok paluku sendiri. Hehe.

Lebaran tinggal menghitung hari, entah kenapa rasa yakinku untuk mengakhiri segala urusanku dengannya makin kuat. Aku lupa, kapan tepatnya percakapanku dengan Mira, yang mana Mira mengatakan "aku ingin menunjukkan sesuatu tentang dia kalau kamu udah balik Jogja Sa", rasa penasaran sempat muncul di kepalaku sampai akhirnya ku tepis dengan tega "ah, paling juga percakapan Mira sama dia lagi". Tiba hari aku pulang ke Jogja, ketika aku bertemu Mira, Mira melunasi kata-katanya yang ingin menunjukkan sesuatu padaku. Setelah Mira memberitahu, aku hanya diam di depan Mira dan Amel. Aku tertawa, bercanda, seperti biasa kala berkunjung ke rumah Amel. Cukup kamu simpan sendiri saja Sa

Dari patah hati terhebatku, akhirnya aku memutuskan untuk tidak menyukai seseorang lagi sampai entah kapan waktu yang tidak ditentukan. Nyesek? Iya, sekali. Sempat galau? Ya, pasti. Karna aku sendiri bukan tipe orang yang mudah menyukai seseorang. Sekali aku menyukai seseorang, ya, sudah, satu saja. Setiap hari belajar mengikhlas, merelakan, melepaskan, perlahan-lahan. Tetapi, darinya aku banyak mengambil pelajaran berharga bahwa Ketika aku berusaha keras menyukainya, Allah akan semakin menjauhkan aku darinya. Mengapa? Allah tidak suka hambanya yang seperti itu. Dari kehilangan (keputusanku sendiri) akhirnya aku bisa kembali fokus pada tujuanku, semakin mendekatkan diri juga pada-Nya. Semakin memaafkan diriku sendiri atas kesalahan yang kubuat sendiri.
  • Patah hati terhebat, akan membuat yang patah enggan lagi merasakan kembali yang pernah dirasa.
  • Patah hati terhebat, selalu membuka jalan kembali pada yang sempat terabaikan.
  • Patah hati terhebat, akan menuntun yang patah untuk sembuh dengan cara yang baru.
Bahwa, setiap orang yang datang lalu pergi dalam hidup kita, sesungguhnya tidak pernah sungguh-sungguh pergi, ia meninggalkan kenangan dalam hati kita juga memberi pelajaran baru pada hidup kita agar tak lagi kembali pada kesalahan yang sama. Terima kasih kamu :)

Dan, teruntuk kamu, patah hati terhebatku. Ku ucapkan banyak banyak terima kasih, sungguh. Darimu, aku bisa membuka mata, menata kembali yang berserakan, berusaha makin mendekatkan diriku pada-Nya. Tak ada dendam apapun padamu, terima kasih, sudah memberiku kesempatan mengenalmu. 

dari sebuh kisah teman, pelajaran untuk diriku.
salam. Lina.

Kamis, 06 September 2018

Teori Jogjakarta;

September 06, 2018 0

Kalau kamu tak ingin jatuh cinta di jogja,
Jangan sekali kali datang ke jalan penuh angkringan,
Iya itu yang sekarang jadi tongkrongan.
Kamu tau kenapa?
Kopinya genit, hujannya apalagi.
Bisa bisa kalian sengaja dijebak agar hujan dan kopi menjadi topik perbincangan menghabiskan waktu yang akan terasa singkat tapi hangat.
Jangan!
Katanya tak mau jatuh cinta?

Kalau kamu tak ingin jatuh cinta di jogja,
Alun alun utara atau selatan,
Tempat haram untuk dikunjungi.
Kamu tau kenapa?
Luasnya lapangan, tak sebanding dengan petak tempat kalian akan duduk.
Sempit, bisa bisa kalian duduk berdempetan.
Bukankah jika sudah begitu,
Ditambah genjrengan profesional milik mas mas pemusik, akan membuat angan berdempetan di pelaminan melambung tinggi?

Kalau kamu tak ingin patah hati di jogja,
Andong becak jangan jadi transportasi.
Repot!
Kamu tau kenapa?
Guyonan ramah pak kusir,
Ayunan nyaman pak becak,
Ditambah senyum miliknya yang kau petik diam diam,
Ah! Tidak! Nanti kamu patah lagi!

Pokoknya,
Kalau kamu di jogja.
Jangan pergi pergi,
Tidur saja lagi dan lagi.
Tutup jendela dan pintu kamarmu,
Nanti kamu jatuh cinta!
Akhirnya?
Patah lagi!

Runyam!

Ditulis oleh : Jovia Aura

Rabu, 05 September 2018

Lirik Lagu Kang Abay - Halaqah Cinta

September 05, 2018 0
ribuan malam, menatap bintang dan harapan
ribuan siang, menehan terik penantian
mungkin Tuhan ingin, kita sama sama tuk mencari
saling merindukan dalam doa doa
mendekatkan jarak kita..

Tuhan pertemukan aku dengan kekasih pilihan
seseorang yang mencintaiMu
mencintai rasulmu, di multazam ku meminta

ribuan pagi, menatap terbit matahari
ribuan senja, menahan gemuruh didada
mungkin Tuhan ingin, kita sama sama tuk mencari
saling merindukan dalam doa doa
mendekatkan jarak kita..

Tuhan pertemukan aku dengan kekasih pilihan
seseorang yang mencintaiMu
mencintai rasulmu, di multazam ku meminta

hingga malaikat pun tersenyum, mendoakan kita
menguatlah keyakinan di hati
Tuhan pertemukan aku dengan kekasih pilihan
seseorang yang mencintaiMu
mencintai rasulmu, di multazam ku meminta

Tuhan persatukan aku dengan kekasih pilihan
seseorang yang kan menemaniku
menuju surgaMu, halaqah cinta
tempat hati bertemu..

halaqah cinta, tempat hati bersatu..


Selasa, 04 September 2018

Teman terbaik

September 04, 2018 0
Kamu masih sama, seperti yang dulu kukenal, yang selalu sepemikiran denganku. Bercakap denganmu, aku seperti sedang memeluk seseorang; hangat dan nyaman. Meski dari pagi hingga pagi lagi kita berbincang, kamu selalu menanggapi dan membalasnya. Waktu berlalu begitu saja saat kita bercakap.

Kita jarang sekali bertemu, jarang sekali bertatapan, namun ketika sedih dan sendiri aku selalu merasa ingin pulang; kepadamu. Pulang pada kata-katamu yang menenangkan.

Aku berhutang banyak kebahagiaan padamu, yang mungkin kamu tak pernah menyadarinya. Hanya denganmu aku merasa nyaman mengatakan segalanya tanpa malu. Segalanya yang tak mampu aku katakan pada orang-orang terdekatku sekalipun. Aku percaya penuh padamu untuk itu, untuk menyimpankan rapat segala yang aku katakan. Bercerita apapun aku takkan takut kau akan mengumbarnya pada orang lain.

Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih, terima kasih telah menjadi teman baikku hingga saat ini. Teman yang tak hanya datang saat aku tertawa tetapi juga teman yang mengulurkan tangan saat aku jatuh. Terima kasih selalu menjadi pendengar yang baik, yang mau mendengar keluh kesahku, karena sesungguhnya aku hanya butuh didengar. Terima kasih karena kamu tidak pernah pergi dan menghindar saat aku terjatuh,meski banyak teman yang berkata "kita kan teman" namun nyatanya tidak satupun dari mereka yang bisa sepertimu. Tidak satupun dari mereka yang tetap ada saat aku butuh seseorang yang meyakinkanku bahwa aku kuat, lebih dari keyakinanku sendiri.

Semoga kita akan selalu menjadi teman baik yang baik, yang akan selalu menguatkan dan mendoakan hingga kelak kita tak mampu lagi berdoa.


Yogyakarta, September 2018.

Social