Sabtu, 21 September 2019

Satu setengah tahun yang berbeda

September 21, 2019 0
Terlepas dari jarak yang memisahkan kita saat ini. Dan, biarkan saja semuanya berjalan seperti air yang mengalir, cepat atau lambat, kita akan sampai pada muara. Muara adalah perpisahan. Mungkin kita akan dipisahkan dari kesendirian, menjadi beraama--bersatu. Tentu saja aku ingin kita bersama.

Aku menyukai rambut matamu yang lebat. Sama seperti rambut mataku. Juga hidungmu yang agak mancung. Meski tak sana dengan hidungku yang lebih pesek. Hehe.

Rasanya begitu perih, apalagi sebelum menemukanmu. Percaya atau tidak, kamu adalah laki-laki yang membuat aku merasa lebih baik. Denganmu saat ini, perasaabku bukan lagi perasaan anak SMA. Kita sudah cukup umur untuk memahami mana yang baik dan mana yang main-main. Jika harus bermain, kenapa harus denganmu? Tak mungkin. Lagi pula, ada yang membuat kita merasa berbeda. Entahlah, yang pasti, aku percaya cinta itu maha hebat, ia bisa menjatuhkan hati siapa pun yang ia mau.

Aku senang, jika kamu senang. Begitulah cinta bersarang di dadaku. Membuatmu tersenyum, mendengar suara bahagiamu, mengingatkan bahwa kita punya impian yang sama, dan kelak kita akan berteny pada suatu masa, ketika Tuhan telah menyiapkan segalanya.

Aku tak ingin memintamu banyak hal. Aku hanya ingin kamu menjadikan dirimu laki-laki yang pantas untuk aku perjuangkan daru jauh. Karena, aku juga akan melakukan hal yang sama. Aku akan memantaskan diri untuk menemuimu kelak. Dan, aku percaya, kamu adalah orang yang dapat menyembuhkan luka-luka.

Social