Story
Story…
Oleh: sri rosalina hartinah
Adakah sesuatu yang selengkap cinta ?
Adakah sesuatu yang se-sempurna cinta ?
Cinta itu tidak lengkap. Cinta juga tidak sempurna.
Tapi itulah yang membuatnya indah, karena cinta kita menjadi lebih pengertian, hancur, mengecil, merasa puas, menjadi lemah, dan menjadi kuat.
Karena cinta yang tidak lengkap dan tidak sempurna itu kita menangis dan membuat orang yang kita cinta menangis. Mungkin… cinta adalah sesuatu yang harus kita lakukan meski kita pernah gagal.
Dan, hari ini aku mencintai lagi…
(Radio romance)
~~~
Ketika mendengar kata “CINTA” apa yang kamu rasakan pertama kali ?
Sedihkah ? bahagiakah ?
Seperti kutipan di atas, cinta tidak ada yang lengkap pun tidak ada yang sempurna. Karenanya juga kita menangis, terluka, hancur, tapi kita selalu ingin merasakannya lagi, lagi, dan lagi. Sesungguhnya apa yang membuat CINTA terasa lengkap dan sempurna ? jawabannya adalah, KITA SENDIRI.
Kita sendiri yang paling tau bagaimana CINTA bekerja dalam raga dan jiwa kita. Kita sendiri pula yang merasakan bagaimana CINTA membuat hidup kita terasa sempurna. Satu hal yang harus kita tau, bahwa CINTA datang dari diri kita sendiri, lalu kita sendiri membuatnya selengkap dan sesempurna mungkin. CINTA juga bisa datang dari orang-orang terdekat kita; keluarga, teman, sahabat, atau bahkan seseorang yang kita anggap special. Tetapi, dalam perjalanan CINTA yang lengkap dan sempurna itu, CINTA juga membuat kita menangis, terluka dan bahkan hancur. Kadang membuat kita ingin menyerah.
Sebenarnya, bagaimana kita mendefinisikan arti CINTA ? bagaimana menurutmu ?
CINTA ku menyerah dan berhenti pada satu orang. Orang yang kadang membuat aku menangis hingga aku sendiri merasa terluka. Tetapi disaat yang bersamaan, aku pun Lelah untuk mencari perjalanan baru pun sudah terlalu Lelah menlanjutkan perjalananan. Pada akhirnya CINTA menyuruh ku berhenti pada perjalanan ini, aku duduk, membaca novel hingga berganti novel baru lagi. Aku diam, mendengarkan music sampai tak terasa seluruh playlist sudah ku putar. Aku berpikir, memikirkan bagaimana aku akan beristirahat. Pada saat tertentu, saat aku duduk diam mendengarkan music, bayangan CINTA itu menari-nari di hadapanku, dengan tawanya yang khas, dengan logatnya yang khas, dan dengan diamnya yang menawan. Lucu bukan? Aku merasa kali ini CINTA membuat aku hamper setengah waras. CINTA kali ini memaksaku diam dan selalu ingin mendengarkan music. Oh….mellow sekali CINTA kali ini. Terkadang, dalam diamku, aku berpikir
“kau kah itu?
Kau kah perjalanan terakhirku?
Kau kah pemberhentian terakhirku?
Kau kah itu?
Siapa kau itu, berani sekali membuatku setengah waras begini?
Kau kah itu?
Jika itu memang kau, aku akan beristirahat di pemberhentian ini. Pun jika itu bukan kau, aku akan tetap beristirahat di pemberhentian ini. Aku pun Lelah, hehe… bolehkan? Aku berhenti disini? Aku suka disini. Di pemberhentian ini, aku bisa melakukan banyak hal yang aku sukai.”
Terima kasih, telah mengantarkan aku sampai disini. Perjalanan yang menyenangkan (aku senang bisa mengenalmu). Perjalanan yang mengharukan (aku bahagia, aku bisa belajar menjadi pribadi yang lebih baik lagi dari mu). Perjalanannya nyaman (aku ingin sekali berhenti di kamu). Perjalanan ini belum bisa aku lupakan (aku ingin kamu tahu, bahwa kamu sangat berkesan disini). Sampai jumpa di perjalanan selanjutnya ya (aku harap ada lagi kesempatan aku mengenalmu dengan baik, bersamamu aku ingin tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dari sekarang, seandainya CINTA itu dirimu, kamu puing kenangan terbaik sejauh ini. Aku ingin kamu tahu itu.)
☊ Lee Seok Hon – Story (ost. Radio Romance)