Selasa, 04 September 2018

Teman terbaik

Kamu masih sama, seperti yang dulu kukenal, yang selalu sepemikiran denganku. Bercakap denganmu, aku seperti sedang memeluk seseorang; hangat dan nyaman. Meski dari pagi hingga pagi lagi kita berbincang, kamu selalu menanggapi dan membalasnya. Waktu berlalu begitu saja saat kita bercakap.

Kita jarang sekali bertemu, jarang sekali bertatapan, namun ketika sedih dan sendiri aku selalu merasa ingin pulang; kepadamu. Pulang pada kata-katamu yang menenangkan.

Aku berhutang banyak kebahagiaan padamu, yang mungkin kamu tak pernah menyadarinya. Hanya denganmu aku merasa nyaman mengatakan segalanya tanpa malu. Segalanya yang tak mampu aku katakan pada orang-orang terdekatku sekalipun. Aku percaya penuh padamu untuk itu, untuk menyimpankan rapat segala yang aku katakan. Bercerita apapun aku takkan takut kau akan mengumbarnya pada orang lain.

Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih, terima kasih telah menjadi teman baikku hingga saat ini. Teman yang tak hanya datang saat aku tertawa tetapi juga teman yang mengulurkan tangan saat aku jatuh. Terima kasih selalu menjadi pendengar yang baik, yang mau mendengar keluh kesahku, karena sesungguhnya aku hanya butuh didengar. Terima kasih karena kamu tidak pernah pergi dan menghindar saat aku terjatuh,meski banyak teman yang berkata "kita kan teman" namun nyatanya tidak satupun dari mereka yang bisa sepertimu. Tidak satupun dari mereka yang tetap ada saat aku butuh seseorang yang meyakinkanku bahwa aku kuat, lebih dari keyakinanku sendiri.

Semoga kita akan selalu menjadi teman baik yang baik, yang akan selalu menguatkan dan mendoakan hingga kelak kita tak mampu lagi berdoa.


Yogyakarta, September 2018.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Social