Kamis, 01 Agustus 2019

Catatan tentang kamu


“kamu yang nantinya jadi masa depanku, maukah menerima dan memaafkan masa laluku? Seburuk apapun itu?”
Ini bukan sebuah pengakuan dosa atau penyesalan. Aku menulis ini sebagai upaya mengais ketulusanmu agar kelak tak perlu ada kekecewaan. Sadar dengan segala kekurangan, aku terlalu khawatir jika kamu menyimpan masa laluku sebagai beban di pikiran. Padahal harapan kutak jauh berbeda dengan kutipan di atas, aku ingin masa depanlah yang bertahta disana dan perihal masa lalu cukup kau biarkan tuntas.
“kamu yang ku minta pada Tuhan menjadi masa depanku”
Sampai hari ini aku masih berusaha tidak berhenti percaya bahwa kelak padamu hatiku kan berlabuh. Kelak kita bisa berbaring tanpa mengatakan apa-apa tapi tetap merasa dipahami sebagai manusia. Denganmu, kelak cinta tidak hanya saling mencintai sebagai dua orang dewasa tapi seperti sepasang sahabat lama.

Kamu tidak hanya istimewa. Tidak hanya berhasil membuatku jatuh cinta. Kamu menawarkan hal-hal yang sebelumnya tidak pernah kubayangkan bisa diberikan dunia. Rasa nyaman yang merasuk ke hati setiap kita bersama jadi buktinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Social