Minggu, 12 Mei 2019

Kau yang datang dari dunia maya

Tidakkah terlalu jahat? Berpikiran "Apa kau itu benar-benar ada?". Ya, mungkin, ini salah, sangat salah. Meragukan keberadaan orang yang selalu ada untuk kita itu, sedikit menyesakkan. Keraguan itu seperti kembali terperosok ke dasar sebuah jurang.

Hampir setiap hari, ku baca barisan kata-kata pesan darinya.
Terkadang, ku dengar pula suaranya, tawanya, gumamannya.
Kepeduliannya terhadapku, nyata.
Bahkan ketika kenyamanan yang ia tawarkan begitu nyata, ku masih meragukannya.
Ah, tidak, tidak, mungkin aku terlalu banyak membaca cerita serupa di internet.

Sama sepertiku, apa kau juga pernah meragukan keberadaanku? Orang yang hampir setiap hari kau ajak bicara via chat ini. Orang yang terkadang kau dengar suara isak tangisnya ini. Sungguh, meragukanmu itu menyesakkan. Sempat terlintas, apa aku yang terlalu pandai bergaul, atau, kau yang terlalu nyata untuk diragukan?

Hei, kau, tahukah?
Bahwa semua yang kau tawarkan itu, pernah sesekali membuat jantungku tergelitik. Aneh, tapi nyata. Sebelum akhirnya setumpuk keraguan lagi-lagi memenuhi ruang sesak di dadaku. Meski kini, sesak di ruang itu menjelma menjadi rasa takut yang aku sendiri belum cukup mampu mendefinisikannya.

Yk, 11 Mei 2019.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Social