Rabu, 22 November 2017

Memory..

Lagu Memory ost. Introvert Boss mengalun keras di telinganya. Sepertinya, pemilik telinga itu sedang murung. Duduk sedirian seperti ini, dengan musik yang mendukung, dan suasanan yang mendukung pula hanya akan membuat kamu mem-flashback kejadian atau peristiwa-peristiwa yang sudah lewat. Dan sepertinya itu juga yang sedang terjadi pada pemilik telinga itu.

Diterawangnya kembali peristiwa-peristiwa setahun belakangan ini. Mulai dari ia kehilangan orang yang dia sayangi, masa-masa terberat setelah kehilangan orang tersebut. Hingga kegiatan-kegiatan yang baru saja ia jalani. Betapa manisnya saat-saat itu, saat ia mempunyai kamu sebagai teman diskusinya, teman berbagi pundak, teman yang merangkulnya ketika bahu itu mulai merunduk. "ah..mengenangnya hanya akan membuatku kembali cengeng" - katanya. Dalam hatinya ia berterima kasih pada orang itu, tanpa orang itu, ia tidak akan setegar sekarang, tidak akan sedikit dewasa seperti sekarang, meski sifat "lari dari masalah"nya masih kadang ia lakukan. 

Dalam kesendiriannya, ia bercakap-cakap pada dirinya sendiri. Bahwa ternyata menjadi orang yang sedikit lebih tidak peduli itu..susah. Bahwa menjadi orang yang sedetik saja berpura-pura tidak tahu itu..susah. Sebenarnya apa yang telah ia lakukan pada dirinya sendiri? Apakah ia telah menjadi oranglain hanya untuk dirinya sendiri? Ia pun tidak tahu. Yang ia tahu dan ia rasa, kadang sesaat semuanya terasa berat dan ingin saja menyerah. Tapi itu tidak boleh. Ia lupa, bahwa ia juga manusia yang manusiawi. Manusia yang kadang seketika menjadi cengeng, seketika menjadi pemarah, seketika menjadi acuh, ia lupa. Bahwa ia juga berhak menangis. Menangisi dirinya sendiri. Ia sadar, ia adalah orang yang tidak bisa tersentuh sedikit saja hatinya. Ia lupa bahwa ia lemah soal perasaan. 

Itulah kenapa ia tidak suka sendirian begini. Ia benci sendirian, karena sendirian begini hanya akan membuatnya mengingat yang telah lalu. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Social