Cinta itu fitrah, yang datangnya
tiba-tiba. Mungkin.. dari mata lalu turun ke hati. Bisa juga, dari telinga lalu
turun ke hati, and then bersemi ^^. Penyair bilang, jatuh cinta itu
membingungkan “aku gak tau apa pesonanya yang terlalu memikat? Atau mungkin
akalku yang tidak lagi di tempat?”.
Cinta menjanjikan kebahagiaan semu. Kenapa?
Karena waktu kita habis Cuma buat mikirin si dia. Semua jadi keliatan bagus,
makanya banyak yang bilang “cinta itu memang buta”.
Satu hal yang selalu aku renungi, cinta
yang aku pendam itu, apakah cinta yang menipu? Atau memang karna Allah?
Ada yang bilang “cinta, semakin di kejar
maka ia akan semakin jauh” mungkin itu benar adanya. *pengalaman*
Semakin aku berharap akan kehadirannya,
semakin keras pula usahaku melupakannya.
Semakin aku ingin mencari perhatiannya,
semakin ingin aku menepis dan mencari pemilik hatinya, Allah.
Aku suka sekali berandai-andai..
“mungkin dia, mungkin juga bukan dia.” Makanya
sekarang aku takut akan hal-hal yang terkait dengan sesuatu yang masih
“mungkin”.
Sedikit cerita dari kisah Ali dan Fatimah.
Yang mungkin bisa kita teladani. Tentang bagaimana Ali menjaga cintanya kepada
Fatimah, hingga Allah menyatukan mereka dalam pernikahan O: )
Ali sangat menjaga kata-katanya,
ekspresinya, sikapnya, bahkan setan tidak tau urusan cinta dalam hati mereka.
Ali belum siap, maka ia belum melamar Fatimah. Saat Abu Bakar dan Ummar melamar
Fatimah, hatinya bagai tercabik :” ternyata lamaran Abu bakar dan Ummar di
tolak. Akhirnya Ali memberanikan diri maju melamar Fatimah. Ali meminta Fatimah
menunggu 3 tahun lagi? Itu memalukan. Meminta Fatimah menunggu hingga ia siap?
Ia merasa sudah dewasa. Jantan :D.
“engkau pemuda sejati wahai Ali. Pemuda
yang siap bertanggung jawab atas cintannya. Ahlan wasahlan”. Begitu kata Nabi
dengan senyuman.
Dengan keberanian Ali menikahi Fatimah,
tanpa janji-janji, tanpa nanti. Inilah cinta yang bertanggung jawab. Fatimah
berkata..
“maafkan aku, sebelum menikah aku pernah
mencintai seseorang” kata Fatimah
“lalu kenapa kau mau menikah denganku?
Siapa pemuda itu?” jawab Ali
“pemuda itu engkau Ali..” kata Fatimah
dengan senyumnya
Ya Allah, hadiahkan kepadaku pemuda
seseorang seperti Ali dan jadikanlah aku Fatimah baginya :’)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar