Jumat, 18 Maret 2016

Cinta dalam diam..

Jatuh cinta itu bagai pertanyaan yang terus ditanyakan, tapi tak bisa pula dijawab. Galau galau bingung sendiri gitu.. :D

Cinta itu fitrah, yang datangnya tiba-tiba. Mungkin.. dari mata lalu turun ke hati. Bisa juga, dari telinga lalu turun ke hati, and then bersemi ^^. Penyair bilang, jatuh cinta itu membingungkan “aku gak tau apa pesonanya yang terlalu memikat? Atau mungkin akalku yang tidak lagi di tempat?”.
Cinta menjanjikan kebahagiaan semu. Kenapa? Karena waktu kita habis Cuma buat mikirin si dia. Semua jadi keliatan bagus, makanya banyak yang bilang “cinta itu memang buta”.
Satu hal yang selalu aku renungi, cinta yang aku pendam itu, apakah cinta yang menipu? Atau memang karna Allah?
Ada yang bilang “cinta, semakin di kejar maka ia akan semakin jauh” mungkin itu benar adanya. *pengalaman*
Semakin aku berharap akan kehadirannya, semakin keras pula usahaku melupakannya.
Semakin aku ingin mencari perhatiannya, semakin ingin aku menepis dan mencari pemilik hatinya, Allah.

Aku suka sekali berandai-andai..
“mungkin dia, mungkin juga bukan dia.” Makanya sekarang aku takut akan hal-hal yang terkait dengan sesuatu yang masih “mungkin”.

Sedikit cerita dari kisah Ali dan Fatimah. Yang mungkin bisa kita teladani. Tentang bagaimana Ali menjaga cintanya kepada Fatimah, hingga Allah menyatukan mereka dalam pernikahan O: )

Ali sangat menjaga kata-katanya, ekspresinya, sikapnya, bahkan setan tidak tau urusan cinta dalam hati mereka. Ali belum siap, maka ia belum melamar Fatimah. Saat Abu Bakar dan Ummar melamar Fatimah, hatinya bagai tercabik :” ternyata lamaran Abu bakar dan Ummar di tolak. Akhirnya Ali memberanikan diri maju melamar Fatimah. Ali meminta Fatimah menunggu 3 tahun lagi? Itu memalukan. Meminta Fatimah menunggu hingga ia siap? Ia merasa sudah dewasa. Jantan :D.

“engkau pemuda sejati wahai Ali. Pemuda yang siap bertanggung jawab atas cintannya. Ahlan wasahlan”. Begitu kata Nabi dengan senyuman.

Dengan keberanian Ali menikahi Fatimah, tanpa janji-janji, tanpa nanti. Inilah cinta yang bertanggung jawab. Fatimah berkata..
“maafkan aku, sebelum menikah aku pernah mencintai seseorang” kata Fatimah
“lalu kenapa kau mau menikah denganku? Siapa pemuda itu?” jawab Ali
“pemuda itu engkau Ali..” kata Fatimah dengan senyumnya

Ya Allah, hadiahkan kepadaku pemuda seseorang seperti Ali dan jadikanlah aku Fatimah baginya :’)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Social