"Kemana kau selama ini
Bidadari yang ku nanti.."
Bidadari yang ku nanti.."
Perkenalkan namaku Mario Aditya, teman-temanku biasa panggil aku Rio. Ini kisah aku yang menyia-nyiakan seorang gadis 2 tahun lalu. Seorang gadis yang menurutku cantik luar dalam, penyabar dengan sikapku yang selalu kasar. Ngga ada deh cewe yang kaya dia. Namanya Agni Nubuwati.
#Flashbackoff
Agni Nubuwati. Aku mengenalnya sejak kami SMP. Dia cewe yang ramah, setelah 3 tahun mengenalnya. Aku putuskan untuk menjadikanya kekasih. Waktu itu kami masih kelas 1 SMA, 2 bulan menjalin hubungan semuanya masih tampak baik-baik saja. Menginjak 3-4 dan seterusnya aku mulai berubah. Berada di ekskul PASKIBRA aku mengenal banyak cewe-cewe. Dan aku lupa bahwa aku telah mempunyai seorang kekasih.
"Ag, aku mau mulai sekarang kita PUTUS!" ujar Rio.
"Hah? Pu..pu..putus? emang aku bikin salah apa sama kamu?" tanya Agni dengan suara bergetar.
"salah! karna buang-buang waktu dengan pacaran sama kamu Ag! kamu tuh kaya anak kecil, sok ngatur-ngatur hidup aku! sok-sok nglarang ini itu! capek!" ujar Rio.
Dan semenjak itu aku jadi jarang ngliat Agni lagi, dimanapun. Padahal kami satu sekolah, hanya beda kelas.
-----------------*****----------------
"Kenapa baru sekarang,
Kita dipertemukan.."
Dikelas 3 ini aku kembali dipertemukan dengan Agni -Mantan pacarku-. Yaps, kami satu kelas. Mungkin kata-kataku dulu terlalu menyakitkan baginya, sampai-sampai Agni tak sejengkalkan menoleh padaku. Baginya, aku orang yang tak dia kenal. Sama sekali.
"Agni :) apa kabar? Lama ya ngga ketemu :)" ucap Rio sambil menyodorkan tangan. Namun hanya dibalas lirikan sinis dari Agni.
---------******----------
"Sesal takkan ada arti
Karna semua tlah terjadi.."
Dia sama sekali tak mengenaliku. Miris. Dan kini aku mlai menyesalinya. Saat ku tanyakan kabarnya, dia sama sekali tak menjawab. Bahkan dia mengacuhkan ku dan berlari kecil menghampiri cowo yang memanggilnya dipintu.
'Pacar Agni mungkin (?)' gumam Rio dalam hati.
Agni yang sekarang bukan gni yang dulu. Dia tampak dewasa dan semakin cantik. 'Sempurna' jika menurut Rio. 2 tahun bukan;ah waktu yang singkat. Sama halnya seperti Rio yang 2 tahun lalu suka bergonta-ganti pacar. Agni justru hampir Anniv yang ke- 2 tahun. 'Selama itu...?' batin Rio. Mungkin saja Agni memang sudah benar-benar Move On. Melupakan dan membuang semua tentang Rio.
'Aku nyesel ni, udah nglepas kamu dulu :(' batin Rio ang iba melihat Agni dan Cakka -pacar Agni- yang sedang bercanda ria didepan pintu kelas.
------*****------
"Kini kau tlah menjalani
Sisa hidup denganya.."
Bodoh! Hanya kata itu yang pantas untuk mengilustrasikan perasaanku saat ini. Dengan melepas Agni dan mengira akan bahagia dengan cewe lain. Tapi ternyata itu salah.
"Congrats yah buat Anniv 2Sc kamu sama Cakka :)" ucap Rio sambil menyodorkan sekotak coklat kesukaan Agni -dulu-.
Agni masih diam. Duduk di bangkunya sambil membaca novel.
"Aku tau, kamu mungkin udah benci banget sama ak, tapi satu hal yang perlu kamu tau. Aku nyesel udah nyia-nyiain kamu dulu" ujar Rio. Namun Agni masih diam. Rio hanya menghelas napas.
"Hufft -_- aku sadar kok Ag, aku salah. Aku nyesel. Aku minta maaf. Aku juga tau kesalahanku fatal sampai-sampai kamu nga mau ngomong sekatapun sama aku. Tapi aku mohon, maafin aku Ag :( aku nyesel Ag. Nyesel :(" suara Rio mulai bergetar. Namun respon Agni hanya diam dan malah meninggalkan Rio yang masih mematung dideapan mejanya.
--------*****--------
"Mungkin salahku melewatkanmu
Hingga kau kini dengan yang lain..
Maafkan aku.."
Setengah tahun berlalu. Agni masih bungkam padaku. Saat kamu terlibat kelompokpun, dia sama sekali tak mengindahkanku.
@Taman Sekolah
"Hmm, FIX! Aku harus ngomong sama Agni. Dengerin ato engga itu nomor dua.!!"
-----****------
Bel pulang sekolah berdering
bel pulang sudah berdering 15 menit yang lalu. Namun Rio masih betah duduk di bangkunya dan tak lepas sedikitpun pandanganya dari Agni. Saat Agni hendak beranjak dari bangkunya...
"Tunggu Ag. Aku mau ngomong" ujar Rio. Dan mau tak mau, memaksa Agni kembali duduk dibangkunya dan menatap Rio sinis seolah menanyakan "Apa?".
"Fix! Gue capek Ag. Ngejar-ngejar lo! Mohon-mohon ke lo! Supaya lo noleh dan jawab sekatapun dari apa yang gue omongin. Lo anggep gue apa? Patung?! Lo gak tulikan Ag? Gue tau lo juga pengin ngomong sama gue, tapi karna lo gengsiatau mungkin lo di ancam Cakka supaya gak respon gue setitikpun! Iyakan?!! GUe capek sama lo! CAPEK!!! Mau gue ngomong sampe berbusapn lo gak akab jawab! Mau gue mantengin lo sampe leher gue erampun lo gak bakal noleh! CAPEK Ag!!"
Saat Rio melihat wajah Agni, wajahnya sudah merah padam, amarah sudah memuncak. Hati Rio sedikit tersenyum, ada kemungkinan Agni akan merespon. Namun, ternyata dugaanya salah. Salah besar. Agni hanya terlihat menghelas napas (saja) kemudian beranjak pergi. Saat Agni hampir sampai pintu kelas, tiba-tiba...
"Lo ternyata buta sama tuli yah! Haha =D kenapa gue baru sadar yah ckckck" ejak Rio penuh penakanan setiap kata yang diucapkannya.
Terlihat Agni menggertkan tanganya kuat-kuat. Dan tak disangkan. Agni berbalik dengan wajahnya yang sudah merah menyala. Dan Agni menghela napas kasar.
"Udah puaskan ngomongnya?!" tanya Agni sinis (untuk pertama kalinya Agni mengucapkan kalimat -lagi-). Dan Rio terlihat gugup.
"Sebuah prinsip permasalahan. Siapa yang gak salah, dia akan diterima lagi oleh yang benar. Tapi yang benar-benar salah, dia harus terima kenyataan bahwa si benar gak akan pernah menerimanya lagi. So please, don't distrub me. Again." jawab Agni.
DEG. DAMN!!
Setelah acara prom nite, aku gak pernah liat Agni lagi.
#Flashbackon
Dan.. 7 tahun kemudian. Kbar terakhir yang aku dengar tentang Agni. Agni menikah dengan Cakka, dan sekarang menetap di Bali.
"Kini kau tlah menjalani
Sisa hidup denganya.."
Nb:
terima kasih sudah membaca dan.. maaf kalo jelek :p
@Linaanrg for Twitter & Instagram :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar